Seiring berjalan waktu, 14 tahun kami melangkah membangun cinta tak pernah lekang. Semoga menambah warna cinta dalam kehidupan kami, sepanjang waktu menghampiri dalam ketaatan kepadaNYA.
Bismillah, banyak cerita apa adanya dari anak seorang penghulu/lebe (sekarang P3N) di pinggiran Jakarta ini.
Selasa, 17 Agustus 2010
Belahan Jiwa
Seiring berjalan waktu, 14 tahun kami melangkah membangun cinta tak pernah lekang. Semoga menambah warna cinta dalam kehidupan kami, sepanjang waktu menghampiri dalam ketaatan kepadaNYA.
Label:
belahan jiwa,
taat,
warna cinta
Rabu, 19 Mei 2010
Membaca dan Menulis
Iqra bismirabbika! Bacalah dengan menyebut asma-nama Rabb-Tuhanmu ! Membaca, tak sekedar mengeja cepat spontanitas apa yang tertulis. Bacaan yang tak semata tersurat tapi yang tersirat dalam kebesaran dan keelokan serta kesempurnaan penciptaanNya. Keindahan dan kecantikan penghuni makhluk yang Dia ciptakan, sesungguhnya mengundang makhlukNya yang lain dan sesamanya untuk mengenali, menyukai dan mencintai. Cinta karena mengagumi keindahan pada makhlukNya tak mengurangi kecintaan kepadaNYA.
Mengagumi dan mencintai membawa hati tuk membenahi diri melakukan terbaik tak hanya kata terucap tetapi dengan puisi tertulis dari relung hati yang berdzikir mengingatNya sehingga mengalir getaran tinta terpatri dalam jiwa dan gambaran dari kalimat demi kalimat yang tertulis.
Cinta, terbaca dalam tulisan yang tulus dalam arahan wahyu Illahi. Semoga perilaku membawanya pula dalam tulisan sejarah tak terperi.
Label:
anakku,
bunga,
Cintaku,
shubuh,
tafsir cinta
Selasa, 04 Mei 2010
Membangun Cinta
Saat banyak orang mudah terjatuh dalam cinta hingga sulit bangkit kembali dari jatuhnya bahkan berujung kepada keputus asaan yang melepaskan logika dan kedewasaan berpikir.
Alangkah indahnya bila kita membangun cinta dan menafsirkannya dengan kaca mata kedewasaan berpijak pada keimanan semata tak melulu mengumbar cinta kepada seseorang yang belum tentu berujung dalam mahligai pernikahan. Tetapi dengan membangun cinta kita akan berusaha mencintai seseorang yang kita nikahi. Renungkanlah!
Label:
bangun cinta,
bukan jatuh cinta,
tafsir cinta
Rabu, 08 Juli 2009
Kuingat Wajahnya
Tantangan dalam perjalanan menggunakan kendaraan umum misalnya biskota sangat besar bila tidak didampingi oleh kawan seperjalanan yang dapat saling mngingatkan. Walaupun sudah memiliki istri yang cantik dan membuahkan empat orang anak, tetap saja manakala kita melihat wanita lain yang mempesona kita akan terpana dan sempat lupa.Alhamdulillah, buah cinta yang terpelihara memperkuat teguh cinta kpadanya atas cinta yang tertinggi kepada Nya pemilik semua makhluk yang mempesona.
Senin, 29 Juni 2009
Seandainya Penjual Itu Bapakku
Setiap langkahnya terlihat gontai dengan beban yang berat dipunggungnya hingga pada sekian langkah berikutnya yang sekian ratus ia menghentikan teriakannya ketika melihatku tersenyum padanya. Kutanyakan dengan sesopan mungkin...:
"Bapak bawa buah apa saja?"
Ada pisang, pepaya dan semangka...nanas juga ada, mau de?
"Saya mau pisangnya pak, berapa sekilonya?" kataku
Tiga ribu, berat semuanya 3 kg, jadi sembilan ribu rupiah.
Setelah kucek timbangannya kubayar dengan pecahan sepuluh ribu tanpa kuminta kembaliannya setelah sempat ngobrol ringan dengan bapak itu dan sempat kucoba memikul dagangannya, seketika aku melonjak kesakitan.
Subhanallah sungguh berat pekerjaan ini untuk bapak setua itu. Tak mampu kubayangkan lebih jauh apabila bapakku bernasib menjadi penjual buah seperti beliau.
Setiap langkahnya terlihat gontai dengan beban yang berat dipunggungnya hingga pada sekian langkah berikutnya yang sekian ratus ia menghentikan teriakannya ketika melihatku tersenyum padanya. Kutanyakan dengan sesopan mungkin...:
"Bapak bawa buah apa saja?"
Ada pisang, pepaya dan semangka...nanas juga ada, mau de?
"Saya mau pisangnya pak, berapa sekilonya?" kataku
Tiga ribu, berat semuanya 3 kg, jadi sembilan ribu rupiah.
Setelah kucek timbangannya kubayar dengan pecahan sepuluh ribu tanpa kuminta kembaliannya setelah sempat ngobrol ringan dengan bapak itu dan sempat kucoba memikul dagangannya, seketika aku melonjak kesakitan.
Subhanallah sungguh berat pekerjaan ini untuk bapak setua itu. Tak mampu kubayangkan lebih jauh apabila bapakku bernasib menjadi penjual buah seperti beliau.
Selasa, 20 Januari 2009
Cinta-Nya Dalam Tarikan Nafas Kita
Sesaat tak mampu dalam rekam jejak memoriku berapa lamanya diriku terpana terdiam tersedak, Alhamdulillah-Segala puji bagi-Nya kembali mengalir nafasku yang seketika kusadari sangaaaaattt berharga sempat menghilang. Sungguh berharganya luang nafasku, sungguh ruginya aku bila "masa bodoh" dengan panjangnya luang nafas yang ku tak tahu long time yang Dia berikan kapan berakhir. Aku akan terus berjalan bila perlu "ngarondang" (kata emakku saat aku belum mampu berjalan) untuk menggapai yang bisa kugapai dengan tak tulinya pendengaran, tak butanya penglihatan dan tak kotornya hati, terus merenung dan memikirkan apa hikmah semua yang kutemui ini. Dan selanjutnya semoga layar terus berkembang mengiring diriku sang mujahid menemui cinta-Nya, cinta ibu, cinta ayah, cinta kekasih, cinta guru,...cinta semua makhluk-Nya. Doakan semoga diriku TETAP DALAM TAFSIR CINTA-NYA.
Langganan:
Postingan (Atom)